Dalam operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) di perairan yang luas dan seringkali sulit dijangkau, helikopter Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) menjadi ujung tombak. Namun, keberhasilan evakuasi korban dari laut atau lokasi terpencil sangat bergantung pada alat penting helikopter yang disebut winch dan sistem hoisting. Perangkat ini memungkinkan personel penyelamat untuk diturunkan dan mengangkat korban secara vertikal, menjembatani kesenjangan antara udara dan permukaan air atau daratan yang tidak memungkinkan pendaratan.
Winch dan sistem hoisting merupakan alat penting helikopter yang terdiri dari sebuah lengan atau boom yang menonjol dari badan helikopter, dilengkapi dengan kabel baja kuat yang dapat digulung dan diulur oleh motor. Pada ujung kabel terdapat kait atau harness khusus untuk mengikat korban atau personel penyelamat. Kemampuan ini sangat vital ketika kapal atau tim darat tidak dapat mencapai lokasi karena kondisi geografis, gelombang tinggi, atau medan yang berbahaya. Misalnya, dalam operasi penyelamatan nelayan yang terdampar di tebing terjal Pulau Belitung pada tanggal 10 April 2025, helikopter Polairud berhasil mengevakuasi korban menggunakan winch, sementara akses darat sangat sulit.
Keakuratan dan kestabilan sistem winch sangat krusial. Pilot helikopter harus memiliki keterampilan tinggi untuk menjaga posisi helikopter tetap stabil di atas titik evakuasi, seringkali di tengah angin kencang atau ombak besar. Operator winch di dalam helikopter juga harus sangat terlatih untuk mengontrol kecepatan penurunan dan pengangkatan kabel dengan presisi. Ini adalah alat penting helikopter yang membutuhkan koordinasi sempurna antara pilot dan operator. Sebuah pelatihan simulasi evakuasi medis udara yang dilakukan di Lanud Halim Perdanakusuma pada hari Kamis, 20 Maret 2025, menunjukkan bagaimana awak helikopter Polairud berlatih intensif untuk menguasai teknik hoisting dalam berbagai skenario darurat.
Selain evakuasi korban, sistem winch juga digunakan untuk menurunkan tim penyelamat atau peralatan khusus ke lokasi yang sulit dijangkau. Ini memungkinkan tim ahli untuk segera memberikan pertolongan pertama atau melakukan penilaian situasi di lokasi kejadian. Tanpa alat penting helikopter ini, banyak misi SAR akan menjadi tidak mungkin atau memakan waktu jauh lebih lama, berpotensi membahayakan nyawa korban.
Secara keseluruhan, winch dan sistem hoisting adalah komponen tak terpisahkan dari kemampuan helikopter Polairud dalam misi penyelamatan. Mereka memungkinkan respons cepat dan efektif dalam situasi darurat di perairan dan daratan yang ekstrem, membuktikan bahwa teknologi ini adalah alat penting helikopter yang menjadi kunci sukses dalam setiap operasi SAR dan evakuasi, menjamin keselamatan jiwa di seluruh wilayah Indonesia.