Tim Resmob Kepolisian Resor Kota Denpasar berhasil membekuk seorang pelaku Curanmor Wisatawan yang beroperasi di berbagai pusat keramaian. Penangkapan ini dilakukan setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan berdasarkan laporan para korban yang kehilangan kendaraan. Pelaku mengincar sepeda motor milik wisatawan domestik maupun asing yang terparkir di area penginapan tanpa pengawasan ketat. Tindakan tegas aparat menjadi bukti komitmen dalam menjaga keamanan kawasan pariwisata.
Penyelidikan intensif dimulai dengan mengumpulkan rekaman kamera pengawas di beberapa titik lokasi kejadian perkara. Petugas menganalisis pola aksi pelaku yang selalu bergerak pada jam-jam rawan saat korban sedang beristirahat. Dari analisis data tersebut, tim mengidentifikasi keberadaan pelaku yang kerap berpindah tempat tinggal untuk mengelabui petugas. Pelaku penjahat Curanmor Wisatawan ini akhirnya berhasil disergap tanpa perlawanan di sebuah kamar indekos.
Dalam penggeledahan di lokasi penangkapan, polisi menemukan sejumlah alat khusus seperti kunci T yang digunakan untuk merusak stop kontak kendaraan. Selain itu, beberapa unit sepeda motor hasil kejahatan yang belum sempat dijual turut disita sebagai barang bukti. Pelaku mengaku memilih sasaran kendaraan wisatawan karena dinilai kurang terawasi dan mudah untuk dipetik. Modus operandi ini dilakukan secara cepat hanya dalam hitungan menit di setiap lokasinya.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tersangka merupakan bagian dari jaringan pencurian kendaraan yang menyasar kawasan destinasi wisata utama. Kendaraan hasil curian biasanya dijual kepada pembeli di luar kota dengan harga jauh di bawah standar pasar. Polisi saat ini masih melakukan pengembangan untuk mengejar pelaku lain yang berperan sebagai penadah barang curian. Penanganan tuntas aksi Curanmor Wisatawan menjadi fokus penyidik demi mengembalikan rasa aman para pelancong.
Jajaran kepolisian mengimbau para pengelola usaha penginapan dan tempat wisata agar meningkatkan fasilitas keamanan serta pengawasan area parkir. Wisatawan juga diimbau untuk selalu memastikan kendaraan dalam keadaan terkunci stang dan memanfaatkan kunci pengaman ganda. Sinergi antara penyedia jasa wisata dan aparat keamanan sangat dibutuhkan untuk meminimalkan potensi kejahatan jalanan. Penegakan hukum secara konsisten akan terus dilakukan demi menjaga citra pariwisata tetap kondusif.