Menjelang pertengahan bulan Ramadan, fluktuasi harga bahan pokok sering kali menjadi beban tambahan bagi masyarakat, terutama bagi kelompok usia lanjut yang memiliki keterbatasan pendapatan. Menyadari kondisi tersebut, Polres Denpasar meluncurkan sebuah program inovatif yang difokuskan pada penguatan ekonomi mikro masyarakat melalui penyediaan sembako murah. Program ini dirancang bukan sebagai bentuk bagi-bagi bantuan cuma-cuma yang bersifat sementara, melainkan sebagai bentuk intervensi pasar yang terkontrol untuk membantu menstabilkan daya beli masyarakat di tingkat bawah.
Prioritas utama dari program ini adalah para lansia yang tinggal di wilayah hukum Denpasar. Kelompok ini sering kali terabaikan dalam dinamika ekonomi perkotaan yang cepat. Dengan menghadirkan paket bahan pangan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur dengan harga jauh di bawah pasar, polisi memberikan angin segar bagi para lansia untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan nutrisi mereka selama menjalankan ibadah puasa. Langkah ini diambil setelah melalui pendataan mendalam oleh para Bhabinkamtibmas di setiap desa dan kelurahan, sehingga bantuan benar-benar sampai ke tangan yang tepat.
Pelaksanaan kegiatan ini diatur dengan protokol yang sangat ramah lansia. Lokasi pasar murah diletakkan di tempat-tempat yang mudah dijangkau, dengan penyediaan kursi tunggu yang nyaman serta petugas yang sigap membantu membawa belanjaan hingga ke kendaraan atau rumah warga. Pendekatan ini menunjukkan bahwa kepolisian sangat memperhatikan aspek kenyamanan dan penghormatan terhadap orang tua. Suasana di lokasi kegiatan tampak begitu tertib, jauh dari kesan antrean berdesakan yang biasanya identik dengan pembagian bantuan massal.
Selain membantu dari segi ekonomi, program ini juga menjadi ajang bagi Polri untuk melakukan pengecekan kesehatan singkat bagi para lansia yang hadir. Sembari menunggu giliran mendapatkan sembako, para warga senior ini bisa berkonsultasi dengan tim medis dari Dokkes Polres Denpasar. Integrasi antara bantuan pangan dan layanan kesehatan ini menjadikan program ini sangat holistik dan bermanfaat ganda. Polisi ingin memastikan bahwa warga binaannya tidak hanya mampu membeli makanan, tetapi juga memiliki kondisi fisik yang prima untuk menjalankan ibadah di bulan Ramadan.