Keamanan dan ketertiban masyarakat adalah prasyarat bagi setiap negara untuk dapat berfungsi dengan baik. Di Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memiliki unit khusus yang bertanggung jawab langsung atas hal ini, yaitu Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam). Fungsi dan tugas utama Baharkam Polri adalah Menjaga Stabilitas Publik melalui berbagai upaya preventif dan responsif, memastikan lingkungan yang kondusif bagi seluruh warga.
Salah satu peran kunci Baharkam dalam Menjaga Stabilitas Publik adalah melalui fungsi Sabhara (Samapta Bhayangkara). Unit ini secara rutin melakukan patroli di area publik, penjagaan objek vital seperti bank, kantor pemerintahan, dan pusat perbelanjaan, serta pengawalan kegiatan masyarakat. Kehadiran personel Sabhara yang berseragam di lapangan tidak hanya mencegah tindak kejahatan, tetapi juga memberikan rasa aman kepada masyarakat. Contoh nyata terlihat pada pengamanan Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah pada 9 April 2025 lalu, di mana Baharkam mengerahkan ribuan personel untuk mengamankan arus mudik dan balik, serta lokasi-lokasi shalat Ied, memastikan tidak ada gangguan keamanan.
Di samping itu, Baharkam juga berperan besar dalam Menjaga Stabilitas Publik melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat (Binmas). Unit Binmas secara proaktif mendekati masyarakat melalui program-program penyuluhan, pembinaan keamanan lingkungan (siskamling), dan kemitraan dengan tokoh masyarakat. Tujuan utamanya adalah membangun kesadaran kolektif akan pentingnya keamanan dan mendorong partisipasi aktif warga dalam menjaga ketertiban. Pada 17 Mei 2025, Baharkam bekerja sama dengan pemerintah daerah di Jawa Tengah meluncurkan program “Desa Tangguh Keamanan”, yang fokus pada peningkatan kapasitas swakarsa masyarakat dalam menghadapi potensi gangguan keamanan.
Baharkam juga memiliki peran vital dalam penanganan situasi darurat dan bencana alam. Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud), yang berada di bawah Baharkam, seringkali menjadi tim respons pertama dalam operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) di laut dan wilayah pesisir, serta membantu penanganan bencana seperti banjir atau gempa bumi. Kemampuan ini menunjukkan bahwa Baharkam tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga pada fungsi kemanusiaan dan perlindungan.
Dengan demikian, Baharkam Polri adalah tulang punggung dalam Menjaga Stabilitas Publik di Indonesia. Melalui berbagai unitnya, Baharkam terus berupaya memastikan keamanan dan ketertiban, baik dalam aktivitas sehari-hari maupun saat menghadapi situasi krisis, demi terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.