Keamanan adalah faktor penentu utama yang membentuk persepsi wisatawan terhadap suatu destinasi. Di sektor turisme, Polisi Pariwisata mengemban fungsi preventif dan proaktif yang vital dalam menciptakan rasa aman bagi setiap pengunjung. Mereka tidak hanya bertindak setelah insiden terjadi, tetapi secara aktif berupaya mencegah terjadinya kejahatan dan masalah lain yang dapat mengganggu pengalaman berwisata, menjadikan Indonesia sebagai destinasi yang dapat dipercaya dan nyaman.
Inti dari fungsi preventif Polisi Pariwisata adalah kehadiran yang terlihat dan strategis di area-area kunci. Mereka melakukan patroli rutin di objek wisata populer, hotel, pusat transportasi, dan area keramaian wisatawan lainnya. Kehadiran seragam polisi yang jelas berfungsi sebagai efek jera bagi calon pelaku kejahatan, sekaligus memberikan rasa aman bagi wisatawan. Patroli ini tidak hanya bersifat statis, tetapi juga dinamis, dengan petugas bergerak di antara kerumunan dan memperhatikan gelagat mencurigakan. Sebagai contoh, di sebuah festival budaya di Indonesia pada Sabtu, 1 Juni 2024, pukul 19.00 WIB, Polisi Pariwisata secara proaktif memantau kerumunan untuk mencegah insiden pencopetan dan gangguan lainnya.
Selain patroli fisik, fungsi preventif juga mencakup upaya deteksi dini dan intelijen. Polisi Pariwisata secara aktif mengumpulkan informasi mengenai potensi ancaman, seperti kelompok kejahatan yang menargetkan wisatawan, modus penipuan baru, atau bahkan potensi konflik sosial yang dapat memengaruhi keamanan. Informasi ini kemudian digunakan untuk merumuskan strategi pencegahan yang lebih terarah dan efektif. Mereka berkoordinasi dengan unit intelijen kepolisian lainnya untuk memastikan pemahaman yang komprehensif tentang lanskap keamanan.
Aspek proaktif dari fungsi preventif juga terlihat dalam upaya edukasi dan sosialisasi kepada wisatawan dan pelaku industri. Mereka memberikan himbauan dan tips keamanan, seperti cara menjaga barang bawaan, mengenali modus penipuan, atau memahami norma-norma lokal. Edukasi ini dapat disampaikan secara langsung, melalui poster, atau selebaran informasi. Ini membantu wisatawan menjadi lebih waspada dan mampu melindungi diri mereka sendiri. Pada Selasa, 4 Juni 2024, sebuah sesi briefing keamanan diadakan oleh Polisi Pariwisata di salah satu hotel bintang lima, mengedukasi staf hotel tentang cara mengenali dan melaporkan potensi ancaman terhadap tamu.
Dengan menjalankan fungsi preventif dan proaktif secara konsisten, Polisi Pariwisata tidak hanya merespons kejahatan, tetapi juga secara aktif mengurangi kemungkinan terjadinya kejahatan. Mereka adalah pilar yang membangun kepercayaan wisatawan dan memastikan bahwa pengalaman mereka di Indonesia adalah salah satu keamanan, kenyamanan, dan kenangan indah. Ini adalah investasi jangka panjang untuk pertumbuhan berkelanjutan sektor pariwisata nasional.