Sebagai pusat pariwisata dunia, Bali selalu menjadi sorotan internasional setiap kali musim libur akhir tahun tiba. Denpasar, sebagai ibu kota provinsi, menjadi pusat konsentrasi massa yang memerlukan perhatian khusus dalam aspek keamanan. Guna menjamin situasi tetap terkendali, Polres Denpasar secara resmi menyatakan kesiapannya dengan mengerahkan ribuan personel dalam rangka pelaksanaan Operasi Lilin. Langkah besar ini diambil untuk memberikan jaminan keamanan menyeluruh bagi warga lokal maupun turis yang sedang berada di wilayah hukum Kota Denpasar.
Pengerahan ribuan personel ini mencakup berbagai satuan, mulai dari lalu lintas, intelijen, hingga satuan samapta yang akan berpatroli secara rutin. Polres Denpasar membagi kekuatan personel ke dalam beberapa pos pengamanan dan pos pelayanan yang tersebar di titik-titik keramaian, seperti kawasan pantai, pusat perbelanjaan, dan gereja-gereja besar. Fokus utama dari ribuan personel ini adalah mencegah terjadinya tindak kriminalitas jalanan, kemacetan parah, serta potensi gangguan terorisme yang dapat mencederai citra pariwisata Bali yang selama ini dikenal damai.
Kegiatan Operasi Lilin tahun ini juga menekankan pada pengaturan arus lalu lintas di jalur-jalur utama yang menuju objek wisata populer. Denpasar merupakan titik temu arus kendaraan dari berbagai wilayah di Bali, sehingga potensi stagnasi kendaraan sangat tinggi. Satuan Lalu Lintas di bawah koordinasi Polres Denpasar telah menyiapkan skema contraflow dan pengalihan arus secara situasional. Kehadiran petugas di setiap persimpangan diharapkan mampu mempercepat urai kemacetan sehingga mobilitas masyarakat tidak terganggu secara signifikan selama periode liburan.
Selain menjaga kelancaran lalu lintas, pengamanan tempat ibadah juga menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar. Setiap rumah ibadah yang menyelenggarakan perayaan Natal mendapatkan penjagaan ketat. Sterilisasi area dilakukan sebelum kegiatan ibadah dimulai untuk memastikan tidak ada benda mencurigakan. Melalui Operasi Lilin, Polri ingin menunjukkan bahwa toleransi dan kebebasan beribadah di Denpasar dilindungi sepenuhnya oleh negara dengan kehadiran fisik aparat di tengah-tengah jemaat.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk mendukung kerja ribuan personel yang bertugas di lapangan. Kesadaran untuk tidak menyalakan petasan secara berlebihan, menghindari konsumsi minuman keras di tempat umum, serta tetap tertib dalam berkendara sangat diharapkan. Polres Denpasar tidak akan segan mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang mencoba mengganggu ketertiban umum atau melakukan aksi premanisme yang meresahkan masyarakat selama masa operasional ini berlangsung.